My Cottage My Agent Of Change
Keringat mata mulai membasahi pipiku di tambah terik panas matahari yang tak bisa lagi di halangi pancarannya, aku merasa kecewa dan kesal terhadap diriku dan sekarang aku menghukum diriku dengan berdiri di tengah halaman depan Universytas yang aku datangain siang itu di bawah tiang bendera merah putih ini dengan semua rasa penyesalan dan kekesalanku, hari ini hari pengumuman tesku jalur mandiri aku gagal dengan semuanya padahal sebelum jalur ini jalur apapun aku ikutin tapi nyatanya aku gak keterima aku mengiginkan bisa masuk di universitas pilihanku ini dan bisa menjadi bagiannya tapi impianku telah pupus aku sudah janji dengan ayah jikalau aku tidak di terima di Univ ini maka aku harus ikutin kemauan ayahku yaitu aku harus masuk pesantren selama satu tahun lalu setelah satu tahun aku di suruh daftar di Univ pilihan ayahku dan mondok disana.
"bunda aku gak mau masuk pesantren aku gak siap bun" aku duduk di ruang tamu tengah sambil nangis di pelukan bunda. Aku emang masih manja sama bunda karna dari kecil sampek sekarang ini aku belum pernah pisah lama sama bunda dan keluarga bayangin aja kalau aku di masukin pesantren.
"lintang kamu kan udah janji sama ayah janji harus di tepatin lagian ayah pengen banget kamu bisa ke pesantren, ayah pengen kamu jadi anak mandiri" bunda menenangkanku.
"tapi bun aku gak bisa tinggalin semua yang udah biasa aku lakuin di rumah ini aku gak bisa bun" aku ngeles.
Tiba-tiba ayah muncul dengan kata-kata yang mengagetkanku dari pintu ruang tamu tengah "lintang kamu sekarang cepetan packing semua barang kamu ayah mau anterin kamu ke pesantren, apa yang kamu perlu nanti di pesantren ayah anterin besok sekarang bawa barang seperlunya aja".
"tap...tap..pi yah.." aku tambah nangis tersedu-sedu di pelukan bunda.
"ayah kok cepet-cepet sih gak bisa ya kalau gak besok yah?" bunda ngeles ke ayah.
"gak bisa bun sebenarnya kan udah hari senin kemarin jadwal masuknya, tapi karna sekarang udah ada kepastian ya harus cepet-cepet kesana biar si lintang gak ketinggalan jauh jadwal kegiatan di sana"jawab ayah dengan nada yang sepertinya gak bisa di bantah lagi. Emang kalau ayah udah kayak gitu aku gak berani bantah apalagi ini udah ada perjanjian nya.
Aku packing semua pakaian yang akan aku bawa ke pesantren di koper warna kuning milikku yang di beliin ayah ketika aku study tour SMP 4 tahun yang lalu, dengan linangan air mata yang tak henti-hentinya. Kakak sama eyang yang sedari tadi duduk di kasur kamarku mereka melihatiku seakan-akan akan kehilangan aku untuk waktu yang sangat lama...mungkin kalau adik di rumah dia juga bakalan gabung sama kakak sama eyang tapi karna dia udah duluan di pondok jadi dia gak ada di sini, adikku dimasukin pesantren ketika dia lulus sd masih satu tahun ini tepatnya itupun juga kemauan ayah tapi pondok adik masih satu wilayah sama kota kita gak sampai ke luar kota, jadi adik satu bulan sekali sama ayah bunda mesti di jengukin kadang aku eyang sama kakak kalau pas libur kerja juga ikut jengukin.
Aku sebenernya berat banget buat ngikutin apa kata ayah..rasanya hatiku itu gak ikhlas tapi apalah perdayaku aku gak bisa bantah secuilpun, semua orang di rumah patuh sama ayah kalau ayah mutusin ini ya ini harus di lakuin gak boleh ada yang bantah, tapi sebenernya aku masih penasaran sama ayah kenapa adik sama aku di masukin pesantren sedangkan kakak gak pernah di masukin pesantren gak adil kan namanya?
***
Sore ini keluarga ku udah siap semua anterin aku, keluarga bude pun datang ke rumah untuk ikut anterin aku. Aku gak bersemangat banget rasanya aku pengen dikamar aja gak keluar, temen, sahabat, tetangga konyol, semuanya harus aku tinggalin aku bakalan kangen sama mereka, terutama sama rilo, zacky, ferdo, naumi, sahria mereka semua tetangga dan sahabat aku mereka gak tau kalau aku bakal di masukin pesantren karna mereka udah sibuk kuliah sendiri-sendiri dan kita emang janji kalau untuk sementara ini kita lost contact dulu.
Mungkin ini emang jalan hidupku siapa yang tau dengan di masukin pesantren aku akan menjadi lebih baik dari sekarang karna takdir besok itu masih mesteri.
Pesantren AL-QODIRI itulah nama pesantren yang akan aku tempati, gak tau detail alamatnya setauku ini di kota Malang 5 jam perjalanan dari kota tempat tinggalku dan aku masih bingung dengan kota orang ini aku gak bakalan nyangka aku bisa tinggal di sini karna aku gak ada niat sedikitpun untuk tinggal disini.
Awal aku disini aku hanya diam dan sendiri aku mesti nangis aku merasa ayah gak adil dengan semua ini dan apa maksud dari semua ini aku masih belum di kasih tau, tapi aku harus kuat dan harus bertahan dengan semua yang udah terjadi padaku setiap langkah jemariku aku niatkan karana ini untuk kebaikan dan ini karna ALLAH, di setiap pikiranku aku selalu memikirkan kejernihan yang pasti akan menjadi kebaikan untukku.
Bulan demi bulan telah berlalu pikiranku mulai berubah aku lebih ingin mengabdikan diriku di pesntren ini beda dengan pikiranku yang dulu yang ingin sekali menjadi bagian dari kesibukkan Indonesia yaitu menjadi seorang menteri pendidikan yang selalu menyurve semua masalah yang menjadi faktor kesendatan pendidikan di Indonesia ini tapi semua telah musnah karena taburan serbuk-serbuk kebaikan di pikiranku yang aku dengarkan tiap pagi dan sore hari aku lebih ingin menjadi seorang yang sederhana, biasa yang bisa menyejukkan hati orang dengan lantunan keindahan ucapan ku yaitu seorang pendakwah, pendakwah lilahita'ala. Dan semenjak di pesantren ini juga keseharian ku juga mulai mengalami perubahan sangat pesat beda sekali ketika aku di rumah dulu, sekarang aku lebih mandiri, lebih rajin ibadah, dan percaya diriku lebih fully dan fikiranku mulai dewasa dari sebelum aku mondok alhamdulillah :D.
Di setiap acara pesantren aku terkadang menjadi bagian dari acaranya yaitu menjadi pembawa acara, ntah kenapa sejak acara dadakan itu aku mendadak banyak job untuk menjadi pembawa acara bahkan salah satu pengurus pesantren selalu mengajakku untuk ikut di acara akbar di pesantren-pesantren lain untuk menjadi pembawa acara couple bersamanya, dan aku senang dengan semua ini, ayah, ibu , eyang, kakak, mereka selalu meneleponku tiap satu bulan sekali dan aku selalu bercerita tentang semua yang terjadi padaku saat ini, tapi mereka ndak pernah menjengukku kesini, 4 bulan yang lalu itu terakhir kalinya mereka kesini kata ayah lewat telepon "dari pada uangnya untuk buat jenguk kamu sering-sering mending uangnya ayah kirimin ke kamu untuk kebutuhan kamu disana kamu harus belajar tirakat disana tang ayah ibu dan keluarga akan senang kalau kamu bakalan betah di sana" mendengar itu aku langsung terenyuh dan sejak itupun aku selalu belajar tidak boros dengan namanya uang, seharusnya di umurku yang udah 19 thn ini aku udah berhak mencari uang sendiri tapi aku masih belum menemukan pekerjaanku itu lagian di pesantren mau kerja apa di sana semua kegiatan di jadwal rutin kalau mau luangin waktu buat membuat handart itu kemungkinan kecil aja, kadang aku juga berfikir kalau aku ini masih tahap belajar belum saatnya mikirin kerja atau untuk menghasilkan uang, namun aku harus belajar memikirkan itu semua.
"lintang kamu masuk jadi pesantren star...." teriakan the Rinda 2 tahun lebih tua dari ku dari depan pintu kamarku.
"haaa teteh rinda beneran ....beneran teteh gak bohong kan?" aku kaget dan pegang tangannya dan lonjak-lonjak. Aku gak percaya bisa masuk pesantren star hmmm udah 2 kali gagal ni.. Tapi yang kali ini bisa masuk alhamdulillah karena kegagalan adalah modal untuk kita menjadi sukses jadi kalian jangan takut gagal.
Pesantren star adalah audisi yang diadakn untuk santri AL-QODIRI, kalau ingin daftar menjadi peserta pesantren start dimana santri harus mempunyai nilai bintang minimal 3 bintang dari nilai raport yang tiap bulan dibagikan, kemudian santri yang udah daftar akan di wawancarai dan disuruh mengerjakan soal-soal tentang pondok AL-QODIRI dan tentang ilmu agama islam lainnya, kalau lulus mereka akan di ajak ke berbagai kegiatan yang ada di luar kota dan selalu menjadi santri prioritas utama entah itu bisa di jadikan panitia di setiap acara-acara akbar, atau menjadi perwakilan lomba2 tertentu, enak kan bisa jalan2 terus tentunya dapat pengalaman lebih :D
Meskipun di pondok harus tetap semangat nih...gak mau kalah sama yang gak mondok apalagi sama mereka yang selalu memandang sebelah mata pondok, dulunya aku emang termasuk juga sih tapi setelah ngerasain ternyata enakan mondok duh apalagi liburan tahun ini aku pulang, rilo, zacky, ferdo, naumi, sahria pasti mereka juga pada libur kalau mereka ngomongin sesuatu yang mutu dan inteligent aku juga harus bisa dong sekalian promosi ke mereka kalau anak pondok itu juga bisa menjadi anak kebanggaan bangsa dan negara. Ngomong-ngomong libur aku gak sabar pengen cepetan libur dan ketemu sama keluarga dan di liburan tahun ini menjadi akhir dari study religionku di pondok AL-QODIRI ini, hmm sebenernya masih kangen banget dan masih pengen lama2 di pondok ini tapi apalah dayaku...aku harus nerusin study religionku di pondok lain yaitu di pondok milik Univ yang udah ayah janjian ke aku, salah satu univ Islam ter-favorit di kota Malang.
Gak di sangka-sangka ternyata aku mendapatkan beasiswa di univ Islam ter-favorit di kota Malang ini sungguh kabar yang menggembirakan untuk aku dan keluargaku, aku masuk pesantren dan univ Islam Malang ini tanpa tes begitulah surat pernyataan yang di terima ayah setelah mendaftarkanku bulan lalu ya ALLAH apakah ini balasan dari semua kegagalan yang aku alami dulu, engkau memang adil di balik semua kepedihan yang kau berikan pasti suatu saat akan engkau balas dengan kemanisan, sehingga aku enggak susah-susah harus ikut tes-tes yang sangat merumitkan :D.
Kata ayah di univ ini jikalau mempunyai sertifikat atau prestasi tentang agama itu dapat mempermudah pendaftarannya bahkan kalau masuk seleksi akan mendapatkan beasiswa ya seperti aku ini. Maka dari itu jangan sungkan-sungkan untuk mengikuti berbagai event-event yang masih di lingkaran basic kalian kawan!!! Siapa tau hasil dari kalian mengikuti semua itu (ya anggaplah sebagai pengorbanan awalmu) ada guna di masa depan yakni akhir dari pengorbanan kalian dan awal dari kesuksesan kalian.
Shodaqallahuladzim.
Komentar
Posting Komentar